Senin, 04 Juni 2012

Pendidikan Politik Warga Negara dalam Menciptakan Demokrasi yang Berkualitas

Volume. 2, No. 3, Juni 2009 ISSN: 1979– 0899X

Pendidikan Politik Warga Negara
dalam Menciptakan Demokrasi yang Berkualitas
Oleh: Yunizir Djakfar
Abstract
In communication theory, education is one of specializations such as propaganda, journalism, public relation etc. Education as activities of influencing, changing, and forming attitude and behavior based on truthful and useful values to human kind. In political education process as process to get orientation behavior toward politics phenomenon through someone else, it is part of process that determines someone’s political attitude, such as nationalism, social class, ethnic group, ideology, right and obigation. At this moment our citizens get natural political education, political party expected to be center of political education is really far from this hope. It is reasonable that from now on government can give better political education in order to get qualified democracy.
Key words: Political education, citizen, democracy
Pendahuluan
Usaha mempertahankan sistem yang sedang berlangsung sekaligus upaya pelestarian sistem nilai politik (politik, budaya, ideologi, pola keyakinan) sebagai proses mengaktifkan unsur-unsur dinamis yang ada pada diri manusia yaitu sikap, perilaku, sistem berpikir, pandangan, unsur indriatif dan unsur-unsur instingtif yang diarahkan kepada suatu objek tertentu (kondisi pelestarian) agar objek tersebut didekati.
Pendidikan politik sangat bergantung kepada sistem nilai yang mendasarinya. Pola pendidikan pada negara-negara penganut sistem totaliter akan berbeda dengan pola pendidikan pada negara-negara penganut sistem demokrasi. Demikian pula tujuannya pun akan merupakan perbedaan berbanding terbalik antara kedua pola tersebut. Di dalam pelestarian sistem nilai atau politik, maka pendidikan politik merupakan salah satu upaya selain upaya lainnya yang merupakan aktivitas mempengaruhi, mengubah dan membentuk perilaku.
Pendidikan politik adalah sebagai proses yang melalui masyarakat menyampaikan “budaya politik” yaitu norma-norma dan nilai-nilai, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian pendidikan politik atau sosialisasi politik merupakan faktor penting dalam terbentuknya budaya politik (political culture) suatu bangsa.
Suatu definisi yang dirumuskan oleh seorang ahli sosiologi politik M. Rush (1992) “pendidikan/sosialisasi politik adalah proses yang melaluinya orang dalam masyarakat tertentu belajar mengenali sistem politiknya. Proses ini sedikit banyak menentukan persepsi dan reaksi mereka terhadap fenomena politik (political socialization may be defined is the process by which individuals in a given society become acquainted with the political system and which to a certain degree determines their perception and their reactions to political phenomena).

 Dekan FISIP UNBARA Sedang Studi di MIP FISIP UNILA

more in pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar